Mengembalikan Menu Entry Windows yang Hilang dan Mengubah Nama Windows di Menu Entry pada Grub Linux Debian


debian

Beberapa waktu yang lalu saya ada masalah Laptop saya. Saya mula-mulanya menginstal OS WINDOWS XP SP 3 lalu ingin dijalankan dengan system Dual Boot bersamaan OS Linux Debian. Namun apa yang tejadi kemudian…..?

ketika masuk grub, yang saya dapati tidak ada pilihan untuk OS Windows XP, Kemudian saya masuk ke OS Linux Debian, lalu saya dapati partisi untuk instalasi windows masih ada…..Aman….Aman….

Sedikit tenang, cari cari referensi kemudian dicoba-coba juga akhirnya ketemu bagaimana cara mengembalikan Menu Entry Windows yang hilang pada Grub Debian

Untuk mengembalikannya, anda dapat menambahkan menu entry baru pada grub, atau melakukan cara simple seperti di bawah ini:

Login ke dalam sistem linuxnya sebagai root atau superuser,

Login-SU

Kemudian buka file grub di /etc/default/grub dengan menggunakan perintah gedit /etc/default/grub

GRUB-FILE

Kemudian tambahkan baris

GRUB_DISABLE_OS_PROBER=false

TAMBAH-GRUB-FILE

Simpan dengan cara menekan tombol Ctrl+S. Untuk keluar dari Gedit, tekan Ctrl+Q.

kemudian jalankan command

update-grub2

Restart Debian, dan perhatikan bahwa menu entry untuk Windows XP telah kembali.

Kurang puas menu entry telah kembali, dirubahlah nama Windows XP… dengan nama “Windows XP GUA” dengan masuk ke directory grub. /boot/grub/grub.cfg. trus edit file tersebut gedit /boot/grub/grub.cfg

EDIT-MENU-GRUB-FILE

Lalu rubah kata Microsoft Windows XP Professional (on /dev/sda1) menjadi “Microsoft Windows XP GUA”

EDIT-MENU-GRUB-FILE-GUA

Simpan dengan cara menekan tombol Ctrl+S. Untuk keluar dari Gedit, tekan Ctrl+Q.

Kemudian Restart Linux, jadilah menu pada Grub seperti yang kita inginkan

Resistor


Resistor, mungkin nama piranti elektronika ini tidaklah asing bagi seorang yang bergelut di bidang elektronika. Piranti elektronika ini merupakan salah satu piranti elektronika yang sering digunaan untuk merancang suatu rangkai elektronika. Resistor merupakan komponen elektronika pasif yang memiliki dua kutub yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum Ohm:

Hukum-Ohm

Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).

Satuan dari nilai resistor adalah Ohm (simbol: Ω) yang merupakan satuan SI untuk resistansi listrik, diambil dari nama Georg Ohm.

Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, derau listrik (noise), dan induktansi.

Untuk symbol dari resistor adalah sebagai berikut

Lambang-Resistor

Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.

JENIS JENIS RESISTOR

  1. Fixed Resistor : Yaitu resistor yang nilai hambatannya tetap.

    Fixed-Resistor

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

    • Makin besar bentuk fisik resistor, makin besar pula daya resistor tersebut.
    • Semakin besar nilai daya resistor makin tinggi suhu yang bisa diterima resistor tersebut.
    • Resistor bahan gulungan kawat pasti lebih besar bentuk dan nilai daya-nya dibandingkan resistor dari bahan carbon.
  2. Variable Resistor : Yaitu resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah.

    Contohnya :

    • Trimpot : Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah dengan mengunakan obeng.

      Trimpots

    • Potensio : Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser.
  3. Resistor Non Linier : Yaitu resistor yang nilai hambatannya tidak linier karena pengaruh faktor lingkungan misalnya suhu dan cahaya.

Optimasi LAN (Local Area Network) dengan Teknologi FDDI (Fiber Distributed-Data Interface)


DAFTAR ISI



-PENDAHULUAN

Jaringan Komputer adalah himpunan “interkoneksi” antara dua hardware atau lebih (baik personal computer(PC), laptop, printer dan peralatan lainnya) sehingga menjadi satu kesatuan dan membentuk suatu sistem tertentu yang terhubung oleh media transmisi baik berupa kabel (wireline) maupun tanpa kabel (wireless).

Local Area Network biasa disingkat LAN, adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil, seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah(pribadi), sekolah atau yang lebih kecil. LAN sering digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor atau perusahaan untuk pemakaian bersama dan saling bertukar informasi. Dengan adanya sistem LAN ini maka beberapa PC yang tadinya bekerja sendiri-sendiri, pada akhirnya dapat bekerja sama dalam batas-batas tertentu, bahkan juga dengan sistem komputer yang lebih besar. Kerjasama yang dapat dilakukan juga semakin berkembang dari hanya pertukaran data sampai saling memakai peralatan yang dihubungkan dengan salah satu sistem komputer.

LAN

Gambar 1. Ilustrasi LAN (sumber : http://www.mysecurecyberspace.com)

Sesuai dengan namanya, LAN hanya bisa menjangkau daerah yang areanya terbatas (local), seperti misalnya dalam satu gedung, satu departemen ataupun satu kampus (saat ini pengertian terbatas diartikan tidak lebih dari 20 km). Dikarenakan jaraknya jangkauannya sempit, maka kecepatan transmisi data menjadi sangat tinggi. Karena tuntutan kebututuhan aktivitas dalam komunikasi data menggunakan LAN saat ini, diperlukan suatu jaringan yang memiliki kinerja yang tinggi, kecepatan akses yang tinggi, jarak jangkauan luas, dan kehandalan yang tinggi. Untuk itu dikembangkanlah beberapa teknologi jaringan untuk meningkatkan kinerja LAN menjadi lebih tinggi salah satunya FDDI (Fiber Distributed-Data Interface).

Read the rest of this entry